Bahan Khotbah Minggu ke-52 (Adven IV), 24 Desember 2017 : PERTOLONGAN TUHAN (Pa`tunduanna Puang)

Bahan Khotbah Minggu ke-52 (Adven IV), 24 Desember 2017
PERTOLONGAN TUHAN
Pa`tunduanna Puang

 

Mazmur : Mazmur 89:19-26
Bacaan 1 : 2 Samuel 1:7-11,16
Bacaan 2 : Roma 16:25-27
Bacaan 3 : Lukas 1:26-38 (Bahan Utama)
Nas Persembahan : Kejadian 8:21
PHB : Mazmur 69:14

 

Pemahaman Teks

                Menurut 1 Timotius 3:16, Ia yang telah menyatakan diri-Nya dalam rupa manusia (atau menurut Yohanes 1:14, Firman yang menjadi manusia) adalah suatu rahasia yang agung. Hal ini menunjukkan bahwa kelahiran Yesus adalah suatu kebenaran yang tidak mungkin diselidiki oleh akal manusia. Hanya dengan Iman seperti yang ditunjukkan Yohanes, yang dapat melihat kemuliaan-Nya, yang penuh kasih karunia dan kebenaran (Yoh.1:14; bnd. 1 Yoh.1:1). Kristus adalah Firman yang menjadi manusia, dan bahwa di dalam Kristus telah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allahan (Kol.2:9), artinya seluruh hakekat Tuhan Allah dinyatakan didalam diri Tuhan Yesus secara sempurna. Karena itu, Yesus juga disebut “Cahaya kemuliaan Allah dan Gambar wujud Allah”(Ibrani 1:3), sehingga barang siapa telah melihat Yesus, ia telah melihat Bapa.

                Oleh sebab itu, jikalau kelahiran Yesus telah mewujudkan suatu rahasia yang agung, demikian jugalah “kelahiran-Nya dari anak dara Maria. Dalam Lukas 1:35, malaikat Gabriel berkata kepada Maria: “Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah yang maha tinggi akan menaungi engkau”,  kata “menaungi” juga ditemukan dalam Lukas 9:34, bahwa ada awan menaungi Musa dan Tuhan Yesus ketika Tuhan dimuliakan diatas gunung. Dalam Keluaran 40:34, disebutkan bahwa ada awan menutupi kemah pertemuan dan kemuliaan Tuhan memenuhi kemah suci. Dari ayat-ayat ini menunjukkan bahwa ungkapan “menaungi” menunjuk kepada kuasa mukjizat Allah yang sungguh ajaib, kuasa yang menjangkau dan melingkupi setiap orang atau umat yang diperkenankan oleh Tuhan untuk menjadi alat-Nya.

                Untuk itu kalau disebutkan bahwa Roh Kudus akan turun atas Maria dan kuasa Allah akan menaungi dia, maka hal itu memberikan pengertian bahwa Roh Kudus memberkati dan mempersiapkan Maria bagi tugas yang dianugerahkan kepadanya. Kalau ada pertanyaan bahwa “bagaimana hal itu terjadi?” sesungguhnya manusia tidak perlu mengetahuinya karena yang jelas bahwa kelahiran Yesus adalah penyataan kemahakuasaan Allah yang dinyatakan dengan cara yang sangat berbeda dengan cara yang biasa terjadi sebagaimana kelahiran manusia pada umumnya. Cara yang dilakukan Tuhan, itu hanya berlaku bagi kelahiran Yesus dan hal itu hanya dapat dipahami melalui penyataan Allah. Logika manusia tidak akan pernah menjangkau otoritas Allah dalam melakukan caranya sendiri.

                Firman Allah telah ada sebelum Ia datang di dunia atau sebelum Ia dilahirkan sebagai manusia, Maka manusia Yesus Kristus bukan dilahirkan karena kehendak manusia dan bukan atas persekutuan antara laki-laki dan perempuan seperti yang terjadi pada manusia pada umumnya. Ia yang telah ada sebelum dilahirkan, hanya dapat menjadi manusia dengan kelahiran seorang anak dara. Kristus bukanlah seorang yang dilahirkan dari seorang bapa dan seorang ibu. Kristus adalah Firman yang menjadi manusia. Ia adalah yang semula dalam rupa Allah, tetapi yang kemudian telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia (Fil.2:6,7). Ia lahir di dunia karena Ia menerima tugas untuk menyelamatkan dunia. Firman Allah tidak dilahirkan manusia tetapi Ia sendiri yang lahir dengan memakai manusia sebagai perantara melalui karya Roh Kudus.

                Nama “Yesus” adalah nama yang diperintahkan oleh malaekat kepada maria untuk diberikan kepada anak yang akan lahir. Nama “Yesus”  dalam Bahasa Ibrani  “Yehosyua” artinya Tuhan menolong, yakni menolong umat-Nya. Di dalam PL, ada dua orang yang bernama Yehosyua yang dipakai Tuhan untuk menolong umat-Nya. Yang pertama adalah Yosua bin Nun, pengganti Musa yang diperkenankan mengantar umat Israel masuk ke tanah Kanaan (Yos.1:1-10), dan yang kedua adalah Yosua bin Yosadak, yang menjadi Imam besar dan yang bersama-sama dengan Zerubabel mengembalikan bangsa Israel dari tanah pembuangan di Babel (Zak.3:1-5).

                Dengan demikian perantaraan kedua orang “Yosua” itu, Tuhan Allah telah berkenan memberi pertolongan kepada umat-Nya, memasukkan umat itu ke tanah perjanjian yakni tanah Kanaan, yang seorang dari tanah perhambaan di Mesir, dan yang seorang dari pembuangan di Babel. Jika Juru Selamat kita disebut “Yesus” atau “Yosua” yang berarti Tuhan menolong, maka sesungguhnya nama ini menunjuk kepada karya penyelamatan Yesus Kristus di dalam menolong umat-Nya, melepaskannya dari perhambaan atas dosa dan kausa maut serta memimpinnya untuk memasuki tanah perjanjian yang kekal. Itulah sebabnya malaekat memerintahkan kepada Maria bahwa anak itu harus diberi nama “Yesus” karena Dialah yang akan menyelamatkan dari dosa mereka.

 
Pokok-pokok yang dapat dikembangkan
  1. Peristiwa Natal adalah peristiwa ketika Allah menyatakan diri di tengah-tengah manusia yang sedang tidak berdaya karena dosa. Pernyataan Malaekat yang disampaikan kepada Maria bahwa anak yang akan lahir harus diberi nama “Yesus”, menunjukkan bahwa Allah segera akan menolong manusia. Tuhan akan menolong karena manusia tidak akan pernah bisa menolong dirinya sendiri tanpa Allah.
  2. Natal adalah merayakan pertolongan Allah. Dengan demikian natal tidak akan memberi arti apa-apa tanpa menyadari bahwa peristiwa Natal adalah peristiwa ketika manusia sedang dalam ketidakberdayaan karena dosa, lalu Allah datang membawa pertolongan. Manusia sudah kehilangan dirinya dan bahkan kehilangan segala-galanya. Disinilah Allah datang. Ia mengulurkan tangan kasih-Nya kepada kita, dan menjangkau kita yang sedang jauh dibawah jurang maut. Untuk itu dalam merayakan Natal kita menaruh keyakinan yang sungguh-sungguh dan berkata: "Tuhan adalah Penolongku”. Aku tidak akan takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?" (Ibr.13:6)

Kategori Artikel

  • ReHaT

    Bahan renungan yang dapat dijadikan bahan Saat Teduh, disadur dari tulisan para pendeta Gereja Toraja

  • Khotbah

    Khotbah Pendeta-pendeta dalam Gereja Toraja

  • Laporan Kegiatan

    Laporan dan Rangkuman pelaksanaan kegiatan dan program kerja dari Badan Pekerja Sinode Gereja Toraja

  • Humor Rohani

    Humor Rohani yang dapat membuat anda tertawa dan disadur dari berbagai sumber

  • Ilustrasi

    Kisah dan cerita inspiratif yang dapat dijadikan ilustrasi dalam khotbah, disadur dari berbagai sumber

  • Teologi

    Tulisan, Uraian, dan teks-teks, diseputar masalah-masalah Teologia

  • Literatur Digital

    Buku-buku teologi dalam bentuk digital, yang dapat menambah wawasan berteologi.

  • Informasi Umum

    Memuat Informasi-informasi Umum dari BPS Gereja Toraja

  • Membangun Jemaat

    Bahan-bahan Khotbah Ibadah Hari Minggu, Hari Raya Gerejawi dan Ibadah Rumah Tangga Gereja Toraja