Bahan Khotbah Tanggal 6 Januari 2018 (Epifani) MENYEMBAH KRISTUS, RAJA SEGALA BANGSA (Umpenombai Kristus, Iamo Datunna Mintu’ Bangsa)

Bahan Khotbah Epifani Tanggal 6 Januari 2018

MENYEMBAH KRISTUS, RAJA SEGALA BANGSA

(Umpenombai Kristus, Iamo Datunna Mintu’ Bangsa)

Bacaan Mazmur : Mazmur 72:1-14
Bacaan 1   : Yesaya 60:1-7
Bacaan 2   : Efesus 3:1-13
Bacaan 3 : Matius 2:1-12 (Bahan Utama)
Nas Persembahan   : Yesaya 60:5
Petunjuk Hidup Baru : Yesaya 60:1

Tujuan:

1.Jemaat memahami bahwa Kristus adalah Raja bangsa-bangsa

2.Jemaat menyembah Kristus Raja segala bangsa

Pemahaman Teks:
  1. Mazmur 72:1-14 adalah permohonan Salomo agar berhikmat dalam memimpin umat. Sebagai Raja, dia harus memperjuangkan keadilan dan damai sejahtera. Tuhan sanggup memberi kita hikmat dalam menjalankan hari-hari kehidupan kita. Dan percayalah bahwa Dia ingin anda memilikinya. Sebab yang seringkali membuat kita kalah, gagal, rugi, kecewa, ialah bahwa kita tidak tahu apa yang Allah mau kita lakukan di antara setumpuk hal yang kita anggap baik. Hikmat adalah pengetahuan tentang apa yang Allah mau untuk kita lakukan. Hal ini termasuk suatu karunia, yang boleh dimiliki oleh semua orang, tetapi tidak semua orang telah memilikinya. Manusia memerlukan hikmat untuk dapat mengenal penciptanya dengan benar, untuk dapat mengerjakan sesuatu seperti yang Tuhan mau dan untuk mengambil keputusan-keputusan yang tepat dalam situasi yang sulit. Firman Tuhan memberitahu kita bahwa hikmat bukan hanya bagian yang baik bagi kehidupan, melainkan Hikmat adalah bagian yang terpenting dalam kehidupan (lihat Amsal 16:16, Ayub 28:15-18)
  2. Yesaya 60:1-7 Kesuraman dan kekelaman yang tergambar dalam Yesaya 59 kini telah berlalu. Kalau pun sisa-sisanya masih ada di pasal ini (ayat 2 dan ayat  12), itu sudah tidak berpengaruh lagi. Karena terang kemuliaan kota Sion telah tiba. Mula-mula muncul dari timur, melewati Bukit Zaitun, lalu melewati dan menyinari kota Yerusalem dan dengan itu mengusir kekelaman dari setiap ruang dan cela yang ada dibawahnya. Terang itu akan mengantar bangsa-bangsa berduyun-duyun datang dan memberitakan kemuliaan TUHAN.
  3. Matius 2:1-12, merupakan tanggapan-tanggapan  di seputar kelahiran sang Raja.

Alam semesta menanggapi dengan menempatkan bintang ajaib di Timur untuk memberitahukan kepada dunia bahwa seorang Raja telah lahir. Selama banyak generasi, orang Majus menanti-nantikan penggenapan nubuat yang terdapat dalam Bilangan 24:17, " . . . bintang terbit dari Yakub . . . " dan sewaktu sinar berupa bintang menunjuk ke arah Yudea, mereka tahu kalau nubuat itu telah digenapi. "Bintangnya" bisa ditafsirkan sebagai "tandanya". Bentuk apa pun yang diambilnya, bintang ini dinilai sebagai fenomena yang berkaitan dengan astronomi yang menarik perhatian. Beberapa penulis berpendapat bintang ini hanya tampak bagi orang Majus; yang lainnya mengatakan bintang ini adalah sinar surgawi, yang bersinar sebagai suar kemuliaan di atas palungan; yang lainnya menganggapnya sesosok malaikat. Tradisi menegaskan "bintang" itu memandu orang Majus baik siang maupun malam hari untuk datang kepada-Nya.

Orang Majus dari Timur menanggapi dengan datang ke Betlehem untuk menyembah dan mempersembahkan emas, kemenyan dan mur. Orang-orang bijak ini berasal dari Arab, Mesopotamia, Mesir, atau tempat-tempat lain di Timur. "Timur" bukan dalam pengertian kita, pengertian modern, melainkan merujuk kepada negara-negara yang terletak di bagian timur maupun sebelah utara Palestina. Dengan demikian, Persia dirujuk sebagai negara "Timur" (Yes. 46:11). Memang benar Injil tidak menyatakan jumlah orang bijak ini, melainkan hanya menyatakan kalau mereka berasal dari Timur, ada banyak tradisi kuno yang tetap dilindungi dari masa-masa awal gereja kristen, yang salah satunya menyatakan ada tiga orang Majus, dan mereka bernama Caspar, Melchior dan Balthasar, yang datang dengan membawa serombongan besar pelayan dan unta. Orang majus diperkirakan berasal dari Kaldea dan kemudian menyebar ke negara-negara yang berbatasan. Semula dipercayai bahwa orang-orang Majus adalah bangsa Semit. Di antara bangsa Yunani dan Roma mereka dikenal sebagai bangsa Kaldea. Daniel menaruh simpati terhadap golongan mereka selama masa pembuangannya, dan barangkali dia menjadi salah satu dari mereka. Mereka percaya kepada Allah, membenci penyembahan berhala dan menantikan seorang Mesias. Fakta itu saja dianggap sebagai bukti paling meyakinkan kalau mereka itu keturunan Semit. Kemungkinan besar Bayi Juruselamat itu masih berumur dua bulan ketika dikunjungi oleh orang Majus. Mereka telah menyaksikan fenomena bintang, lama sebelum mereka tiba di Yerusalem, dua bulan setelah Yesus hadir di bait suci, dan beberapa saat setelahnya orang Majus tiba di Yerusalem dan pergi dari sana menuju Betlehem untuk menyembah Dia dan memberikan hadiah. Pasti memerlukan berbulan-bulan bagi mereka untuk mengadakan perjalanan dari negara mereka ke Palestina. Alkitab mencatat bahwa orang-orang Majus mengunjungi Yesus, ketika Yesus sudah tidak berada di kandang lagi, melainkan di sebuah rumah Matius 2:11 Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia. Mereka pun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan dan mur. Yang pasti, Orang Majus datang dari Timur yang jauh jaraknya, kemudian sempat bertemu dengan Raja Herodes. Ini tentu memakan waktu berhari-hari perjalan. Jadi waktu Yesus lahir di palungan, orang Majus belum ada di sana.

Herodes menanggapi dengan ketakutan dan penipuan karena tidak ingin ada Raja lain. Kelahiran Yesus terjadi pada masa pemerintahan raja Herodes. Herodes adalah orang Edom. Dia diangkat raja oleh Kaisar Agustus dan Antonius penguasa Romawi ketika itu. Kristus lahir pada tahun ke 35 pemerintahannya. Ia sangat kejam dan keji, padahal ia digelari Herodes yang agung. Karena pertanyaan orang Majus, "Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia." Karena itu Raja Herodes akan membunuh Yesus. Karena tidak mendapatkannya, ia membunuh anak-anak berumur dua tahun ke bawah di Betlehem dan sekitarnya dengan memprediksi usia Yesus sesuai dengan waktu yang ia dapat dari orang-orang Majus. Betlehem bukanlah kawasan yang luas, penduduknya dapat diperkirakan sekitar 1000 hingga 2000 jiwa. Alkitab Penuntun mencatat bahwa jumlah anak-anak yang mati dibunuh saat itu diprediksi sekitar 20 orang.

Imam-Imam kepala dan Ahli Taurat memberi informasi yang tepat, tapi tidak menanggapi dengan tepat. Mereka berada tidak jauh dari Mesias tapi tidak mau pergi menjumpai Dia. Ada banyak orang yang tahu tentang Dia tapi memilih menjadi orang yang tidak mau menanggapi kehadiran-Nya. Ada banyak orang tahu tentang kelahiran-Nya tapi tidak mau menjumpai Dia. Mereka seperti kita yang tahu tentang ibadah natal tapi tidak mau pergi beribadah.

 d. Efesus 3:1-13, Bangsa-bangsa non Yahudi merupakan alasan mengapa Paulus dipenjarakan. Tuhan memakainya untuk memberitakan Injil kepada bangsa-bangsa non Yahudi. Paulus juga harus menjelaskan  apa yang diketahuinya tentang  rahasia Kristus sehingga orang-orang bukan Yahudi, turut menjadi ahli-ahli waris dan peserta dalam janji yang diberikan dalam Kristus Yesus

                Hubungan keempat bacaan: Kemuliaan kota Sion akan bersinar karena Allah memakai alam semesta dengan menghadirkan tanda ajaib-Nya untuk menerangi dan mengantar bangsa-bangsa datang menyembah sang Raja lalu memberitakan perbuatan masyhur TUHAN kepada segala bangsa, agar mereka pun turut menjadi ahli waris kerajaan-Nya.

Pokok-pokok yang dapat dikembangkan
  1. Kristus adalah Raja bangsa-bangsa

        Kelahiran Mesias adalah harapan bangsa-bangsa. Sebab Allah Bapa yang Mahakuasa memberikan kuasa dan kemuliaan kepada Yesus untuk menjadi Raja atas segala bangsa. Karenanya Tuhan Yesus tidak ragu menyatakan diri-Nya Raja di hadapan Pilatus (Mat.27:11; Mark. 15:2; Luk.23:3). Walau dengan pernyataan-Nya itu, Kristus harus memakai mahkota duri menanggung hina, siksa, dan mati di salib. Yesus  harus menyatakan kebenaran, karena untuk itulah Ia lahir ke dalam dunia (Yoh.18:33-37). Mahkota duri itu sebenarnya ditanggungkan atas kita, namun Kristus mengambilnya demi kita, dan menggantinya dengan mahkota yang takkan pernah pudar, yaitu mahkota kehidupan (Wahyu 2:10). Sudah selayaknya kita mengakui Yesus sebagai Raja dalam hidup kita, karena kasih karunia dan damai sejahtera berasal dari Allah dan dari Yesus Kristus (Wahyu 1:4b-8). Mengakui Yesus Kristus adalah Raja, tidak hanya berhenti pada pemahaman siapa Yesus yang sesungguhnya, melainkan pro aktif menyatakan hormat kepada-Nya dalam bentuk ketaatan pada perintah-Nya, agar melalui sikap itu maka setiap orang tahu siapa Kristus sehingga turut menjadi ahli-ahli waris dalam Kristus Yesus.

  1. Menyembah Kristus Raja segala bangsa

        Hari ini adalah hari Epifani, puncak perayaan Natal. Epifani (dalam bahasa Yunani epiphaneia, artinya “manifestasi” atau “penampakan jelas”) adalah hari penampakan Tuhan (Teofani) yang dirayakan pada tanggal 6 Januari, yaitu manifestasi atau penampakan Yesus terhadap dunia dalam bentuk kelahiran-Nya. Baik Gereja Timur (Gereja Ortodoks) maupun Barat (Roma Katolik dan Protestan) punya pemahaman yang sama mengenai Epifani. Tetapi kemudian mereka berbeda penghayan. Dalam ritus Barat, Epifani adalah memperingati kedatangan orang Majus dari Timur (Tiga Raja), yang menunjukkan perwujudan bayi Yesus terhadap orang Yahudi dan di luar bangsa Yahudi (berarti seluruh dunia), sebagai Anak Allah. Sedangkan ritus Timur, Epifani adalah untuk memperingati pembaptisan Yesus oleh Yohanes Pembaptis di sungai Yordan, untuk menunjukkan perwujudan Yesus dalam memulai pelayanan-Nya sebagai Anak Allah (Teofani). 6 Januari juga sebagai puncak perayaan Natal bagi Gereja Timur. Tetapi entah tradisi Timur atau Barat yang memulainya, yang jelas 6 Januari adalah Hari Epifani dalam rangka mengakhiri masa Natal (25 Desember sampai 5 Januari). Karena itu, mari kita mohon hikmat dari pada-Nya agar hidup ini dijalani dengan terus memperjuangkan keadilan dan damai sejahtera sebagai wujud penyembahan kita kepada Dia. Karena Dialah Kristus Raja segala bangsa.

Kategori Artikel

  • ReHaT

    Bahan renungan yang dapat dijadikan bahan Saat Teduh, disadur dari tulisan para pendeta Gereja Toraja

  • Khotbah

    Khotbah Pendeta-pendeta dalam Gereja Toraja

  • Laporan Kegiatan

    Laporan dan Rangkuman pelaksanaan kegiatan dan program kerja dari Badan Pekerja Sinode Gereja Toraja

  • Humor Rohani

    Humor Rohani yang dapat membuat anda tertawa dan disadur dari berbagai sumber

  • Ilustrasi

    Kisah dan cerita inspiratif yang dapat dijadikan ilustrasi dalam khotbah, disadur dari berbagai sumber

  • Teologi

    Tulisan, Uraian, dan teks-teks, diseputar masalah-masalah Teologia

  • Literatur Digital

    Buku-buku teologi dalam bentuk digital, yang dapat menambah wawasan berteologi.

  • Informasi Umum

    Memuat Informasi-informasi Umum dari BPS Gereja Toraja

  • Membangun Jemaat

    Bahan-bahan Khotbah Ibadah Hari Minggu, Hari Raya Gerejawi dan Ibadah Rumah Tangga Gereja Toraja